Follow Now.......!

English French Spain Italian Dutch Russian Japanese Korean Chinese Simplified

SIAPAKAH NABI MUHAMMAD ?

Muhammad adalah anak Abdullah bin Abd al-Muttalib dari suku Quraysh dari hasil perkawinannya dengan Aminah. Muhammad lahir di Mekkah sekitar 570 AD. Ayahnya meninggal sebelum ia dilahirkan dan ibunya meninggal ketika ia masih kanak-kanak, dan ia dibesarkan oleh kakeknya kemudian oleh pamanya Abu Talib. Sebagai remaja Muhammad telah menempuh perjalanan sampai ke Syria dengan para pedagang dengan caravan mereka. Pada umur 25, Muhammad dipersunting oleh Khadijah, anak Khuwailid, seorang janda kaya raya yang berumur 15 tahun lebih tua dari Muhammad. 


Terkesan oleh monotheism orang-orang Yahudi dan Nasrani, sejumlah penganut kepercayaan pada Tuhan atau paham spiritualitas, yang dikenal juga dengan “Hanif” telah menolak ajaran polythesism suku Arab di waktu itu. Muhammad sangat terpengaruh oleh mereka. Adalah menjadi kebiasaan Muhammad untuk menyendiri ke dalam gua untuk berdoa dan bermeditasi. Sesuai dengan tradisi Islam, suatu malam di bulan Ramadhan sekitar tahun 610, ketika Muhammad tertidur atau dalam keadaan “trance”, ada suara yang datang kepadanya dan berkata: “Bacalah!”. Ia menjawab: “Apa yang mesti saya baca?” Perintah suara tersebut diulang sebanyak tiga kali, sampai akhirnya suara itu berkata: “Bacalah atas nama Tuhan mu yg menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmu adalah yang Maha Pemurah, yang dengan kalam mengajari manusia apa yang tidak diketahui”. 

Tidak jelas suara apa itu sebenarnya. Apakah benar Garbriel atau Setan tidak ada yang tahu pasti dan tidak bisa dibuktikan. 

Setelah kejadian tersebut suara dalam goa tersebut selalu terngiang-ngiang di telinganya, dan Muhammad mempercayainya sebagai suara malaikat Gabriel, sehingga ia pergi ke orang-orang Mekkah dan mengatakan bahwa ia adalah nabi besar tetapi mereka hanya menertawainya dan mengatakan bahwa dia sudah tidak waras dan menolaknya. Karena ditolak kemudian Muhammad pergi ke orang-orang Yahudi dan mengatakan bahwa ia adalah nabi yang lebih besar dari pada Musa. Tentu saja hal ini dilihat oleh orang-orang Yahudi sebagai suatu penghinaan karena Musa adalah nabi terbesar bagi mereka yang telah menghabiskan waktu 40 tahun hidup bersama dengan mereka dan belajar bersama-sama dari Tuhan di dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian. 

Orang-orang Yahudi juga menolak Muhammad, dan oleh karena itu ia lalu pergi ke orang-orang Nasrani dan mengatakan kepada mereka bahwa ia adalah nabi yang lebih besar daripada Yesus. Karena orang-orang Nasrani mempercayai dalam hati mereka dengan teguh bahwa Yesus adalah Anak Tuhan yang hidup dan Tuhan yang menjelma menjadi manusia, mereka juga menolak Muhammad yang tidak jelas asal usulnya. Muhammad ditolak karena telah berani mengangkat dirinya lebih tinggi dari pada Anak Tuhan. Tidak ada yang berani melakukan hal ini kecuali Iblis. 

Setelah berusaha dan gagal dalam mengangkat dirinya ke dalam posisi tinggi di antara ketiga agama atau ajaran yang sudah lama ada di wilayahnya, Muhammad tinggal punya satu pilihan saja yaitu menciptakan agamanya sendiri dengan menggunakan Dewa Bulan orang-orang Mekkah dan berhala keluarganya, ALLAH. Ingat sebelum Muhammad mengajarkan Islam, Allah sudah disembah oleh keluarganya dan orang-orang Quraysh. Buktinya adalah nama ayah Muhammad adalah Abdullah yang berarti “Budak atau Pelayan ALLAH” dalam bahasa Arab. ALLAH sendiri mempunyai isteri dan tiga anak perempuan Al-Lat, Al-Uzza, dan Al-Manat. 

Pertama-tama Muhammad perlu memisahkan Allah dan Islam dari agama-agama samawi yang ada pada saat itu dengan mengangkat Allah di atas semua Tuhan agama samawi. Maka dari itu Islam mengajarkan bahwa “tidak ada Tuhan selain Allah”. Padahal Allah tidak lebih daripada salah satu patung yang disembah di dalam Kaabah. Pada awalnya Muhammad masih tetap memberikan tempat bagi isteri Allah dan ketiga anak perempuannya yang kemudian di hilangkan semuanya agar dapat bersaing dengan ajaran monotheism ala Yahudi dan Nasrani. Bukit bahwa Muhammad menyembah Allah beserta isteri dan anaknya (KAMI) bisa dilihat dengan jelas dalam ayat-ayat Al Quran. Selalu bisa ditemukan kata-kata KAMI ketika Allah berbicara kepada Muhammad dalam ayat-ayat Al Quran. Ada juga penggunaan kata tunggal, tetapi jelas terlihat bahwa ayat-ayat tersebut ditambahkan oleh orang lain. Muhammad kelihatannya lupa mengganti kata-kata jamak dengan kata-kata tunggal ketika Muhammad dengan berat hati menghilangkan isteri dan anak-anak perempuan Allah dalam Quran. 

Muhammad juga mengklaim bahwa Allah adalah Tuhan dalam Injil dan Taurat untuk menjauhkan Allah yang disembah oleh orang-orang Mekkah untuk meniru gaya monotheism Yahudi dan Nasrani. Untuk mendukung klaimnya, ia membuat banyak klaim seperti Musa, Elia, Nuh, dan nabi-nabi lain sebagai nabi Allah dan menciptakan cerita-cerita yang kabur tentang mereka yang menjadi saksi Allah, berbicara dengan Allah, dan Allah menghancurkan orang-orang yang menolak Allah dengan saksi para nabi utusan Allah. Padahal Allah adalah patung yang bercokol di dalam Kaabah dan tidak pernah beranjak dari situ. Muhammad juga mengklaim bahwa Allah adalah Tuhan Abraham, Iskak, dan Yakub, bahwa Yesus bukan Anak Tuhan dan hanya seorang nabi (lebih kecil dari Muhammad), dan mencopy dengan buruk cerita-cerita dalam Injil dan Taurat. Sebagai contoh adalah Maryam ibunda Yesus yang dikira Maryam saudara perempuan Harun anak Imran. Contoh lain adalah cerita Raja Saul dalam ayat Quran 2:249. 

Quran 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
 


Siapa saja pernah membaca Kitab PL mengetahui bahwa bukanlah Raja Saul yang minum dari sungai untuk menguji orang-orangnya dan menyusustkan jumlah tentaranya. Tetapi Gideon dan ia melakukannya karena Tuhan memerintahkan demikian dan bukan atas kemauannya. Selain itu certia mengenai penyusutan jumlah tentara Israel tidak mempunyai kaitan dengan Goliath. 

Oleh karena kejanggalan ini dan sejumlah kesalahan copy atau cerita yang dibuat-buat, dapat dipastikan bahwa pengetahuan Muhammad tentang Taurat dan Injil adalah sepotong-potong berdasarkan cerita-cerita nyasar dan tahyul yang beredar waktu itu. Tidak mungkin kalo Allah adalah Tuhan orang-orang Yahudi dan Nasrani melakukan kesalahan yang begitu norak dan begitu banyak. 

Salah satu contoh dari begitu banyak cerita yang dibuat-buat adalah seperti yang terdapat antara ayat Quran 51:31 dan 51:44 dimana Allah berbicara (dengan kata jamak KAMI): 

Quran 51:38-40
[38] Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata. 
[39] Maka dia (Firaun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya, dan berkata: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila". 
[40] Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.
 


Inilah adalah contoh standar dimana Muhammad mencomot nama-nama dalam Taurat dan Injil untuk membuktikan (baca mengelabui) kalo Allah adalah Tuhan dalam Taurat dan Injil tanpa memberikan cerita yang benar dan lengkap untuk memberikan kesan bahwa Muhammad mengetahui secara penuh Taurat dan Injil. Yang pasti adalah Muhammad mengetahui sejumlah nama dalam Taurat dan Injil dan mendengar kisah-kisah mereka dari tangan kedua. Tetapi Muhammad memasukkan nama-nama tersebut dengan cerita-cerita pendek dan tidak lengkap sekedar untuk mengelabui orang-orang Arab bahwa ia sungguh-sunggah menguasai Taurat dan Injil. Ternyata banyak orang-orang Arab yang termakan oleh bualan Muhammad karena mereka kebanyakan tidak mengenal cerita-cerita orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi bualan Muhammad tidak begitu mudah diterima oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani sehingga Muhammad harus memusuhi mereka sampai akhir hayatnya dan berupaya menghabisi mereka supaya kibulannya tidak terungkap. 

Tentunya hal ini menyebabkan orang-orang Yahudi dan Nasrani makin percaya bahwa Muhammad adalah utusan setan karena Muhammad memberikan kredit untuk apa yang dikerjakan oleh Tuhan dalam Taurat dan Injil kepada Allah (plagiarism tingkat tinggi), dan mengangkat Allah diatas Tuhan mereka. Mengangkat berhala Allah lebih tinggi daripada Tuhan dalam Taurat dan Injil bagi orang-orang Yahudi dan Nasrani adalah termasuk perbuatan Iblis. 

Keitka Muhammad pertama kali memulai Islam, dia berada di Mekkah, dan jelas dalam karangannya dalam Quran, menemui banyak hambatan untuk mendapatkan pengikut karena orang-orang Mekkah selalu memberitahu kepada pengikutnya bahwa Allah adalah Dewa Bulan dan Dewa Perang mereka dan Allah mempunyai tiga anak perempuan. Karena terkesan dengan ajaran monotheism Yahudi dan Nasrani, Muhammad tidak mempunyai pilihan lain kecuali menyingkirkan isteri Allah dan anak perempuannya. 

Walaupun pada mulanya berusaha memberikan tempat kepada ketiga anak perempuan Allah untuk merebut pengikut orang-orang Mekkah dengan membuat ayat yang mengatakan bahwa perantaraan Al-Lat, Al-Uzza, dan Al-Manat diterima oleh Allah. 

Ayat ini yang dikenal dengan Satanic Verses kemudian di ralat dan diakui sebagai ayat dari Setan padahal saat ayat tersebut diturunkan semua orang termasuk Muhammad sudah menerima ayat tersebut sebagai wahyu Allah dengan menyembah sambil mencium tanah. Tetepi karena Muhammad ingin membuat Islam berbeda dari agama-agama polytheism dan paganisme Arab, akhirnya ia meralat sendiri ayat tersebut dan mengatakan bahwa ayat itu berasal dari Setan. Tidak ada yang tahu berapa banyak lagi ayat-ayat dari Al Quran yang juga berasal dari Setan yang tidak diketahui umat Islam sampai hari ini. Jelas ayat 53:19-21 mengenai anak-anak perempuan Allah tidak diketahui berasal dari Setan oleh para pengikut Muhammad sampai akhirnya di ralat. 

Quran 53:19-21
[19] Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza, 
[20] dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? 
[21] Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? 


Akhirnya, orang-orang Mekkah merasa capek dan muak dengan cara-cara Muhammad mempromosikan agama barunya sehingga membuatnya tersusir dari Mekkah. Sejak saat itu Muhammad dan para pengikutnya hijrah ke Medina dimana di sana Muhammad lebih leluasa memaksakan agama barunya karena tidak harus menghadapi keluarangnya dan sukunya sendiri. Di Medina, Muhammad mulai menunjukkan sifat aslinya yang kejam dan bengis dengan pembunuhan yang tidak kenal ampun. 

Mula-mula Muhammad perlu mengumpulkan dana lebih banyak dengan merampok caravan yang menuju Mekkah. Selama hidupnya Muhammad memerinthakan 82 perampokan caravan dimana 26 diantaranya dipimpin langsung oleh Muhammad. Setalah cukup dana dari hasil rampokan, Muhammad mulai membangun pasukan yang super kejam dan keji (dengan janji 72 bidadari perawan di surga) dan mulai mengintimidasi dan menyerang penduduk Medina terutama kaum Yahudi. Peperangan demi peperangan dilakukan untuk mendapatkan hasil pampasan perang dimana Muhammad dijamin oleh Allah untuk mendapatkan 1/5 bagian dari pampasan perang. Pembantaian demi pembantaian dilakukan oleh pasukan Muhammad, termasuk pembantaian hampir 1000 penduduk sipil Bani Quraiza. 

Dan tentunya tidak lupa para gadik belia cantik korban perang dijadikan budak dan cem-ceman oleh Muhammad dan para pengikutnya. Untuk melegalkanya, Muhammad menurunkan ayat-ayat yang menjustifikasi hubungan seks dengan para wanita yang suami atau keluarganya di bunuh dengan kejam. Muhammad mengkhususkan satu surah (Al Anfal) yang terdiri dari 75 ayat untuk melegalkan masalah-masalah pampasan perang. Agama “damai” mana yang dalam Kitab Sucinya mengkhususkan satu bab untuk melegalakan pamapansan perang selain agama Islam? Salah satu ayat tsb adalah Quran 33:50. 

Quran 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
 

Tetapi Muhammad masih mempunyai problem dengan orang Yahudi dan Nasrani karena mereka bisa menunjukkan Al Kitab mereka dan banyak Muslim yang meningalkan Islam setalah tahu bahwa apa yang diceritakan Muhammad rupanya bersumber dari Taurat dan Injil. Untuk mencegah hal ini Muhammad kemudian menulis dalam Qurannya bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah memalsukan dan merubah kitab mereka. 

Muhammad juga berkepentingan untuk memojokkan kepercayaan kaum Nasrani dengan mengatakan bahwa Yesus bukanlah Anak Tuhan dan Ia tidak mati di salib. Untuk itu Muhammad menciptakan sosok baru yang dikenal dengan sebutan Isa yang diposisikan sebagai nabi biasa dan seorang manusia. Selanjutnya Muhammad melancarkan perang yang tidak henti-hentinya kepada kaun Yahudi, Nasrani, dan Kafir lainya untuk membungkan mereka. Hal ini masih dilakukan oleh pengikut Muhammad sampai hari ini. Tujuannya jelas untuk menutupi tipu muslihat dan kebohongan dalam Quran karanganya agar tidak terungkap. 

Muhammad sangat licik dalam pengembangan agama barunya, Islam. Ia memberi dirinya kekuasaan yang absolute (kadang melebihi Allah) sambil pura-pura merendah dan takut akan Allah. Apa yang di tulisnya dalam Al Quran secara otomatis adalah wahyu Allah (walaupun pernah ngaku kalau ada ayat dari Setan) dan secara otomatis pula menjadi Hukum ilahi yang tidak bisa dibantah. Contoh Muhammad memberikan kekuasaan absolute kepada dirinya bisa dilihat di dalam ayat 4:115. 

Quran 4:115
Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.
 

Jelas Muhammad menyatakan bahwa, jika Muhammad atau penguasa Islam (Khalifah, Muallah, Ustad, dll) memerintahkan para pengikutnya untuk melalukan sesuatu dan mereka tidak mematuhi, mereka akan dibakar di neraka. Contoh lain dari pemberiaan kekuasaan penuh pada diri sendiri adalah ayat 33:36. 

Quran 33:36
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
 

Sesuai dengan ayat-ayat Quran di atas, jika Muhammad atau penguasa Islam memberitahukan kepada seorang Muslim untuk menerbangkan sebuah pesawat komersial penuh dengan penumpang tak bersalah untuk ditabrakan pada gedung-gedung penuh dengan orang-orang sipil tak bersalah atau mengikatkan bomb dan meledakan diri di tengah-tengah kepadatan orang-orang sipil tak bersalah, dan jika dia tidak mematuhinya maka dia akan disiksa di neraka. Itulah besarnya kekuasaan yang diberikan oleh Muhammad kepada dirinya sendiri dan penguasa Islam dalam kedua ayat tersebut di atas, dan ayat-ayat ini dapat menjelaskan banyak mengenai aksi para terrorist. 

Kemudian Muhammad juga menyalah gunakan kekuasaannya secara menyolok dan norak. Setelah ayat 33:36 bisa kita baca ayat 33:37: 

Quran 33:37
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
 

Jelas di sini bisa kita lihat bahwa Muhammad menggunakan Allah untuk melegalkan perbuatannya. Muhammad menulis ayat-ayat Quran untuk memenuhi keinginannya. Dalam ayat 33:37 di atas Muhammad memergoki Zainab, isteri Zaid (anak angkat Muhammad), dalam keadaan berbusana minim sehingga membuat jantungnya berdebar. Karena tidak tahan maka ditulislah ayat Quran yang membolehkan mengawini menantunya dan menjadikan anak angkat tidak diperlakukan sebagai anak kandung. Contoh lain adalah ayat 33:50 yang sudah dijelaskan di atas. 

Dengan kata lain, Muhammad membuat Allah memberikan peraturan khusus bagi dirinya diatas peraturan yang umum sehingga Muhammad bisa mengawini siapa saja yang dia kehendaki termasuk gadis cilik umur 6 tahun dan menantunya. Enak sekali Muhammad membuat ayat Quran yang mengatakan bahwa Allah membolehkan dia melakukan apa saya yang dia mau. 

Dalam kasus lain, Muhammad telah berjanji pada Hafsa, salah satu isteri favoritenya, untuk tidak menggauli Mariyah (budak Kristen Mesir), tetapi tetap saja Muhammad kepergok menyetubuhi budak milik Hafsa tersebut. Oleh karena ia tidak menepati janjinya sendiri kepada Hafsa, dan berkelit dan keluar dari permasalahan ini, Muhammad menulis ayat Quran 66:1-6 berikut: 

Quran 66:1-6
[1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
[2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 
[3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
[4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. 
[5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan. 
[6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
 

Ini adalah cara yang sangat licin dan licik untuk menghadapi dan berkelit situasi sulit seperti ini. Pertama, Muhammad membuat seakan-akan itu adalah salah baginya untuk membuat janji pada Hafsa, dan oleh karena itu adalah legal baginya untuk menginkari janjinya sendiri. Dan kemudian dia melimpahkan kesalahan pada kedua isterinya (Hafsa dan Aisha) yang memprotes dan mengancam mereka dengan perceraian dimana Allah akan memberikan ganti isteri yang lebih baik (baca nikmat) dari mereka berdua. Muhammad sempat ngambek dan puasa tidak mengunjungi para isterinya selama sebulan. Ngambek ni yee. 

Begitu juga ide Muhammad mengenai seperti apa surga adalah sangat lucu. Muhammad secara rutin mengatakan bahwa surga dipenuhi oleh pohon dan air yang mengalir dimana orang-orang Muslim bermalas-malasan dan berbaring sepanjang hari sambil menikmati anggur (arak) dan persetubuhan dengan bidadari-bidadari perawan sambil dilayani bidadara-bidadara muda. Tujuannya tak lain selain untuk mengiming-imingin pengikutnya untuk melakukan apa saja yang dia kehendaki. 

Sebagai “final control” untuk menghilangkan segala ancaman pada dirinya dan agama buatannya, Muhammad secara rutin menuliskan ayat dan hukum dalam Quran yang membuat orang-orang menjadi berdosa jika mencoba untuk berpikir kritis, mengeluh atau mempertanyakan otoritas Muhammad dan Quran dalam segala aspek. Hukum dan pertaturan yang dibuat oleh Muhammad juga membuat banyak orang yang tidak setuju dan menantang hal ini sehingga Muhammad merasa perlu untuk mengacam secara ilahi sekali lagi seperti terlihat dalam ayat 33:57: 

Quran 33:57
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More